Perbedaan Operasi Perut Buncit dengan Diet Lemak dan Protein

Perbedaan Operasi Perut Buncit dengan Diet Lemak dan Protein

Sudah mengenal istilah Tummy Tuck bukan? Metode mengecilkan perut dengan cara operasi yang satu ini memang semakin dikenal masyarakat seiring berkembangnya zaman. Kini semakin banyak pula yang gencar melangsingkan tubuh demi terlihat menarik.

Perbedaan Operasi Perut Buncit dengan Diet Lemak dan Protein

Selain operasi pengecilan perut, banyak pula yang melakukan cara manual, seperti berolahraga secara teratur, diet, mengonsumsi jamu atau obat pelangsing, serta beberapa cara lainnya. Memang cara demikian tidak lebih praktis dan tidak instan seperti operasi atau sedot lemak, akan tetapi risiko atau efek sampingnya lebih kecil.

Berikut ini akan diulas lebih dalam mengenai perbedaan memghilangkan perut buncit dengan cara operasi serta diet lemak dan protein. Anda akan mengetahui mana cara yang paling tepat untuk Anda setelah menyimak informasi di bawah ini:

  1. Diet Lebih Sehat

Faktor utama perut buncit adalah terlalu banyaknya mengonsumsi makanan berlemak, jadi hal yang harus Anda lakukan untuk menghilangkannya sekaligus menghindari perut buncit adalah diet makanan berlemak.

Selain diet lemak, Anda pun harus diet protein. Memang protein dan lemak dibutuhkan tubuh untuk kesehatan, namun apabila konsumsinya terlalu berlebih maka akan berdampak buruk bagi kesehatan.

  1. Diet Lebih Hemat Biaya

Ya, tentu saja dengan cara diet Anda lebih menghemat pengeluaran dibanding dengan cara operasi atau Tummy Tuck. Saat diet lemak atau protein, makanan yang perlu dikonsumsi adalah buah dan sayuran.

Memang Anda masih harus mengeluarkan biaya untuk membeli buah dan sayuran, tapi bukankah biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding untuk operasi perut? Jadi, terapkanlah diet lemak dan protein secara rutin dan diimbangi dengan olahraga untuk melangsingkan perut Anda.

  1. Diet Minim Efek Samping

Efek samping pelangsingan perut dengan metode diet jauh lebih kecil dibanding metode operasi.  Operasi akan menimbulkan infeksi, yang kemudian menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, otak, saluran pernapasan dan lainnya.

Nah, apabila infeksi sudah menyebar, maka akan memicu penyakit lain datang, seperti stroke, serangan jantung, diabetes, asma, dan masih banyak lagi. Jadi, sangat disarankan bagi Anda untuk mencoba cara diet lemak dan protein dahulu sebelum menerapkan metode operasi perut.

  1. Aktivitas Lebih Leluasa dengan Diet

Setelah melakukan operasi perut, Anda diharuskan untuk istirahat full selama 3 minggu minimal. Tak hanya itu, selama 6 bulan pun Anda tidak diperkenankan melakukan aktivitas berat yang bisa menimbulkan cidera.

Namun dengan menerapkan diet lemak dan protein, Anda tetap bisa beraktivtitas seperti hari-hari biasa. Justru diet harus diimbangi dengan olahraga teratur agar perut buncit bisa hilang dalam jangka waktu singkat.

Sudah paham bukan tentang perbedaan metode diet lemak protein dengan operasi perut? Operasi perut atau Tummy Tuck memang lebih praktis dan instan, namun risikonya lebih besar.

Efek samping yang timbul setelah operasi pun cukup banyak. Berbeda dengan metode diet, tubuh Anda justru semakin sehat, terhindar dari efek samping serius, biaya lebih murah, serta aktivitas berat tetap bisa dilakukan.