Mengenal Kearifan dan SuasanaDesa Kober

desakober.com

Kober merupakan sebuah nama daerah yang lebih dikenal dengan sebutan Keluarahan di sebuah Kecamatan di Purwokerto, Jawa Tengah. Kober memiliki jalan lurus dan juga sangat baik dan bersih pada masa jayanya. Selain itu, Jembatan yang ada di Stasiun terhubung hingga ujun pertigaan jalan Bobosan ini juga terkenal dengan pemandangannya.

Sebelum bertemu dengan ujung jalan, kita disuguhkan dengan pemandangan bangunan tua dan sawah yang ada di dekat rel kereta api yang membuat suasana semakin asri meskipun zaman telah silih berganti.

Meskipun kelihatan seperti sebuah desa kecil yang sedikit populasinya, desa kober yang saya kenal merupakan sebuah daerah yang sangat asri dan kaya akan pemandangan alam asli disertai udara segar yang sangat membantu kita yang ingin menjauhkan diri dari kesibukan kerja di kota besar seperti Jakarta, Semarang dll.

Desa Kober

Sebuah gedung pendidikan yakni SD N 1 Kober juga ada menghiasi pinggir jalan desa ini. Puskesmas Kober, Pasar, hingga Kantor Kelurahan Kober juga ada yang menandakan memang kota ini sedang berkembang seperti sebuah website yang saya temui di internet yaitu desakober.com.

desakober.com
Foto Jembatan dekat stasiun

Kedamaian batin juga saya rasakan setelah melihat sebuah masjid besar berwarna hijau yang bertuliskan “Al-Arafah” disertai masyarakat yang silih berganti saling bersalam-salaman ketika waktu beribadah tiba.

Teruntuk teman-teman yang ingin berkunjung ke desa kober ini, sempatkanlah diri untuk mencicipi makanan yang ada di sekitar jalan besar ini. Makanannya enak dan pas di kantong, apalagi jika kalian yang hobi traveling dan sedang belajar cara menggunakan kamera seperti saya.

Terdapat juga bengkel yang menjual harga ban motor dan sepeda miring dengan kualitas yang bagus bagi kalangan menengah kebawah. Tak lupa waktu itu ketika saya sedang mencoba menikmati tempe mendoan murah dari pasar saya melihat banyak gadis desa yang ayune polll.

Biaya hidup yang tidak terlalu mahal membuat saya akhirnya menetap disini, ditemani dengan secangkir teh (karena saya tidak ngopi) saya membuat catatan kecil ini untuk mengingatkan bahwa saya telah dikalahkan oleh kenyamanan yang ada di kota ini.

Terimakasih kawan telah membaca potongan kecil dari kisah hidup saya.