3 Alternatif Moda Transportasi untuk ke Pulau Tidung

Untuk bisa sampai ke Pulau Tidung dan beberapa pulau lain yang ada di Kepulauan Seribu, Anda harus menyeberangi laut. Saat ini ada 3 alternatif moda transportasi yang bisa Anda gunakan, yaitu:

Kapal Penumpang Biasa

Kapal penumpang biasa merupakan moda transportasi penyeberangan termurah yang bisa Anda gunakan untuk menyeberang ke Pulau Tidung.

Saat ini ada dua spot dermaga yang melayani penyeberangan menuju ke Pulau Tidung dengan menggunakan kapal penumpang biasa. Ke dua dermaga tersebut adalah dermaga kali adem dan dermaga muara angke.

Bila Anda ingin mengirit / menghemat dana, maka alternatif moda transportasi yang satu ini benar – benar sangat pas untuk Anda.

Speed Boat

Berbanding terbalik dengan moda transportasi yang sebelumnya, moda transportasi ini merupakan moda transportasi termahal yang bisa Anda gunakan untuk menyeberang ke Pulau Tidung.

Walaupun mahal, namun waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang ke Pulau Tidung dengan menggunakan speed boat bisa mencapai 3 kali lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang ke Pulau Tidung dengan menggunakan kapal penumpang biasa.

Saat ini, moda transportasi ini baru tersedia di dermaga marina yang ada di ancol.

Kapal Bahari Express PT Pelni

Terakhir, ada satu lagi moda transportasi penyeberangan yang juga bisa Anda gunakan untuk menyeberang ke Pulau Tidung. Moda transportasi tersebut adalah Kapal Bahari Express yang disediakan oleh PT Pelni.

Bila dibandingkan dengan dua moda transportasi penyeberangan yang sebelumnya, moda transportasi penyeberangan ini masih tergolong baru, yaitu baru diluncurkan pada Tahun 2017 yang lalu.

Walaupun masih baru, namun tingkat kenyamanan nya cenderung sangat baik. Di lain sisi, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menyeberang dari Jakarta ke Pulau Tidung dengan kapal ini juga relatif lebih cepat dari kapal penumpang biasa.

Untuk urusan ongkos, tarif ongkos menyeberang ke Pulau Tidung  (termasuk salah satunya adalah Pulau harapan) dengan menggunakan kapal ini berada di tengah – tengah tarif ongkos dua moda transportasi yang sebelum nya.